Alasanku Tetap Bertahan
Ini perihal seseorang yang
menunggu sesuatu yang tak lagi ingin dituggu.
Setiap petang aku selalu datang, menungu senja untuk
pulang. Berharap dapat menikmati mega yang sungguh menawan, berdua merasakan
kenyamanan. Tetap itu masihlah angan, karena harapanku hanya berbuah kekecewaan.
Entah untuk keberapa kalinya aku harus kesakitan sendirian.
Hingga
suatu saat aku kelelahan, aku lelah kau abaikan. Menjadi seseorang yang
mempejuangkan, tetapi tak penah kau hiraukan. Saat itu pula aku memilih pergi bersama
gemintang, Ia lah yang selalu menemaniku saat gelap datang, saat aku kau
tinggalkan, saat kau seenaknya pergi tanpa meninggalkan pesan. Cahayanya pun
terang, indah menawan. Dia juga mau ku ajak berjuang, sehingga aku tak sakit sendirian.
Tetapi senja, maaf, itu bukanlah kebahagiaan yang ku
ceritakan, itu hanya kebohogan. Sejujurnya aku tak bisa merasakan kenyamanan, kejamnya
lagi aku tak bisa memberikan ketulusan hatiku kepadanya. Karena pada dasarnya
aku hanya mencintaimu. Bukan dia!
Itulah
yang membuatku pada akhirnya meninggalkan, kembali sendiri, menunggu meski
tanpa kepastian, alasannya karena hatiku telah kujatuhkan sepenuhnya padamu, namamu
telah ku tanam begitu dalam pada lubuk hatiku. Engkau pun pasti paham ini bukan
pilihan atau inginku, jikapun aku boleh memilih pasti akan kujatuhkan hatiku
pada sesoang yang mau sama-sama berjuang. Seseorang yang memberikan tawa bukan yang
selalu menghadirkan kecewa. Tetapi mau bagaimana lagi, perasaan memang tak bisa
dipaksakan.
Padamu senja…
Aku
masih ingin disini, meski sendiri . memupuk rindu merajut impian bersamamu. Jika
memang masih kau perbolehkan aku masih mau berjuang, aku ingin terus menunggu. Apapun
itu asal demi engkau. Aku mau !!
Amelia P S
0 komentar:
Posting Komentar