Ditahan,Tetapi Tidak Diinginkan
Sesuatu
yang lebih menyakitkan dari sekedar kehilangan adalah saat kau dipertahankan, tetapi sekedar dijadikan mainan, atau bahkan
cadangan.
Untukmu
seseorang yang sungguh hebat mempermainkan, seseorang yang membuatku merasa
begitu istimewa,begitu di cinta, kemarin. Tetapi hari ini kau membuatku serasa tak lagi
diinginkan, seakaan akan aku sudah kau buang.
Tanpa penjelasan Kau sering hilang tanpa kabar, ku coba menghubungimu
puluhan kali tapi tak ada jawaban , sesekali kau jawab, sekedar untuk menenangkan. Saat aku berteriak-teriak
dan menangis meminta kejelasan kau hanya membalasnya “sabar sayang” lalu kembali diam,hilang . Sabar seperti apa
lagi yang kau inginkan? Bagaimana aku bisa tenang, bila sikapmu membuatku merasa ada seseorang yang
lebih menyenangkan.
Setiap kali aku merasa sangat kelelahan, dan
memilih untuk segera mengakhiri segalanya,kau selalu bersikeras menahanku tetap
tinggal. Kau katakan bahwa aku sangat kau butuhkan. Kau membuatku seakan
benar-benar kau inginkan. Seakan kau tak sanggup jika harus ku tinggalkan. Kau menatapku
begitu dalam,tatapan mata penuh keyakinan. Sampai-sampai aku mulai percaya
bahwa kau telah kembali, kau telah menyesali, dan tak akan pernah pergi.
Sayangnya, aku terlalu bodoh, atau mungkin kau yang terlalu pintar memainkan.
Setelah aku berharap kembali. Kau ulang segala kesakitan. Kau perlakukan aku
sama seperti dulu, kau banyak diam, pergi lalu hilang. Tuan! tolong beri tahu
aku apa yang kau inginkan,beritahu aku permainan macam apa yang sedang kau mainkan.
Jika
memang aku sudah tak lagi kau inginkan, dan kau telah bosan. Tolong lepaskan! Bukankah
itu yang sepertinya kau inginkan? Kenapa, apa kamu takut menyakitiku? asal kau
tahu menjadi seseorang yang dimiliki namun tak sepenunya diinginkan adalah hal
yang lebih menyakitkan, atau mungkin kau tak berani melepaskan karena kau takut
jika orang yang kau anggap lebih baik
itu pada akhirnya tak berhasil kau dapatkan. Setidaknya jika orang itu tidak
benar-benar datang masih ada aku yang kau jadikan penenang juga pelampiasan. Lalu
bagaimana jika orang itu menerimamu? Kau akan pergi tanpa kejelasan,
meninggalkan aku setelah kesakitan yang dalam, aku hanya seperti sampah yang
dengan mudahnya kau buang. Sepeti itukah permainanmu tuan ?.
Tolong
sedikit saja kau pikirkan bagaimana perasaanku ,perasaan seorang yang dijadikan
cadagan oleh kekasihnya sendiri. Sebagai seseorang yang dimiliki tetapi
sesungguhnya ia sendiri tak memiliki. Bayangkan jika apa yang sudah kau korbankan
hanya dibalas dengan kesakitan.
Inikah
caramu mebunuhku,sayang?
12 Desember 2015
Amelia P S
0 komentar:
Posting Komentar