16 Des 2015

Ditahan,Tetapi Tidak Diinginkan


Ditahan,Tetapi Tidak Diinginkan

Sesuatu yang lebih menyakitkan dari sekedar kehilangan adalah saat kau dipertahankan, tetapi  sekedar dijadikan mainan, atau bahkan cadangan.
Untukmu seseorang yang sungguh hebat mempermainkan, seseorang yang membuatku merasa begitu istimewa,begitu di cinta, kemarin. Tetapi  hari ini kau membuatku serasa tak lagi diinginkan, seakaan akan aku sudah kau buang.  Tanpa penjelasan Kau sering hilang tanpa kabar, ku coba menghubungimu puluhan kali tapi tak ada jawaban , sesekali kau jawab, sekedar  untuk menenangkan. Saat aku berteriak-teriak dan menangis meminta kejelasan kau hanya membalasnya “sabar sayang”   lalu kembali diam,hilang . Sabar seperti apa lagi yang kau inginkan? Bagaimana aku bisa tenang, bila  sikapmu membuatku merasa ada seseorang yang lebih menyenangkan.
 Setiap kali aku merasa sangat kelelahan, dan memilih untuk segera mengakhiri segalanya,kau selalu bersikeras menahanku tetap tinggal. Kau katakan bahwa aku sangat kau butuhkan. Kau membuatku seakan benar-benar kau inginkan. Seakan kau tak sanggup jika harus ku tinggalkan. Kau menatapku begitu dalam,tatapan mata penuh keyakinan. Sampai-sampai aku mulai percaya bahwa kau telah kembali, kau telah menyesali, dan tak akan pernah pergi. Sayangnya, aku terlalu bodoh, atau mungkin kau yang terlalu pintar memainkan. Setelah aku berharap kembali. Kau ulang segala kesakitan. Kau perlakukan aku sama seperti dulu, kau banyak diam, pergi lalu hilang. Tuan! tolong beri tahu aku apa yang kau inginkan,beritahu aku permainan macam apa  yang sedang kau mainkan.
Jika memang aku sudah tak lagi kau inginkan, dan kau telah bosan. Tolong lepaskan! Bukankah itu yang sepertinya kau inginkan? Kenapa, apa kamu takut menyakitiku? asal kau tahu menjadi seseorang yang dimiliki namun tak sepenunya diinginkan adalah hal yang lebih menyakitkan, atau mungkin kau tak berani melepaskan karena kau takut jika orang  yang kau anggap lebih baik itu pada akhirnya tak berhasil kau dapatkan. Setidaknya jika orang itu tidak benar-benar datang masih ada aku yang kau jadikan penenang juga pelampiasan. Lalu bagaimana jika orang itu menerimamu? Kau akan pergi tanpa kejelasan, meninggalkan aku setelah kesakitan yang dalam, aku hanya seperti sampah yang dengan mudahnya kau buang. Sepeti itukah permainanmu tuan ?.
Tolong sedikit saja kau pikirkan bagaimana perasaanku ,perasaan seorang yang dijadikan cadagan oleh kekasihnya sendiri. Sebagai seseorang yang dimiliki tetapi sesungguhnya ia sendiri tak memiliki. Bayangkan jika apa yang sudah kau korbankan hanya dibalas dengan kesakitan.
Inikah caramu mebunuhku,sayang?

12 Desember 2015
Amelia P S   

0 komentar: