25 Sep 2015

Kau Hanya Miliki Peluknya, Bukan Hatinya

Kau Hanya Miliki Peluknya, Bukan Hatinya

Apa yang lebih menyakitkan dari mencintai namun tidak bisa memiliki?
            Saat kita memiliki, namun nyatanya tak pernah dicintai. Aku berani bertaruh, itu adalah hal yang lebih menyakitkan. Kau bisa memeluknya, merengkuh tubuhnya sesukamu, memiliki raganya. Tapi hatinya? Hatinya tetap bukan untukmu.
Kau tak pernah sadar, sudah lama ia tak lagi ingin tinggal. Ia hanya sedang menyiapkan luka di dalam rayuan, ia sedang mencari kesempatan yang tepat, agar kau tak sakit terlalu dalam.
Perlahan semua mulai berubah, mesranya mulai pudar. Ia memperlakukanmu sesuka hatinya, karea ia tahu, kau tak akan meninggalkanya. Kau pun masih juga tidak menyadari, kau masih saja memperlakukanya seperti biasa,kau turuti pintanya untuk mempercayai bahwa ia tak akan pernah menyakiti. Kamu menganggap cinta harus sepenuh hati dan percaya tanpa sedikitpun ragu.
Ketahuilah,semua hanya perkara waktu, akan tiba saat ia lelah berpura-pura dan menutupi bahwa ada orang lain yang ia ingini. Saat kau begitu dalam merindukanya. Tetapi dia sibuk menahan rindu yang terlalu bergejolak,rindu yang bukan untukmu.
Dan kini kau masih tak percaya, kau masih saja berpikir, bagaimana mungkin sesuatu yang begitu baik, menyimpan rahasia yang begitu menyakitkan?. Nyatanya kau bukan yang ia inginkan, kau haya dijadikan persinggahah, agar ia tak kesepian, atau bisa jadi ia bertahan hanya karea kasian. Bukalah matamu, dia tidak pernah berjuang, sebesar pengorbananmu kepadanya. Kau tak harusnya merasakan sengsara. Jika memang waktunya tiba kau mengetahui segalanya, menangislah sebisamu menangis, berteriaklah semaumu, karena aku tahu,itu adalah hal yang begitu menyakitkan. Aku hanya mengingatkan, jangan terlalu lama tenggelam. Karena ada hidup yang perlu dilanjutkan

September 24, 2015

Amelia P. S.

0 komentar: