9 Agu 2015

Tiada Lagi Pulang Setelah Tualang


Tiada Lagi Pulang Setelah Tualang  


Seharunya kau tak datang, kau tak harus pulang saat semuanya mulai redam. Saat ingatan itu mulai pudar. Sebab kau tak tau betepa sulitnya hingga tiba pada titik ini. Berminggu-minggu aku habiskan untuk mendengarkan lagu galau. Dan terkadang mendengarkan “ lagu kita “  yang sebenarnya hanya menambah lekat bayangmu. Tatapku saat itu sungguh kosong. Dan saat itu aku sadar mendengarkan lagu sedih hanya akan membuat seseorang semakin tenggelam dalam kepiluan. Mau tak mau, meski perlahan aku harus tetap hidup. Sakit itu mulai pudar, hingga saat ku dengar namamu semua tak seperih dulu.

Saat semua sudah kembali, kau datang. Pulang. Awalnya hanya basa-basi, dan perlahan kau bawa bayang kenangan. Kau ungkit kebahagiaan yang pernah kita lewati bersama dulu. Bagaimanapun aku hanya perempuan biasa, yang akhirnya terbawa suasana. Namun otaku masih waras kala itu. Aku tak ingin mengulang kesalahan kedua kali, karena aku takut akan trauma. Untuk apa bersama seseorang yang pernah tak bersedia. Bukankah dulu juga kuberikan segala yang terbaik yang ku bisa? Namun kau buang sia-sia. Bukankah jika tak kubiarkan kamu kembali itu hak ku? Iya, seperti kamu dulu, yang menganggap meninggalkanku adalah hak mu waktu itu.
           
Dan sekarang biarkan aku yang memintamu pergi, kembalilah pada keyakinanmu dulu, bahwa aku hanya wanita yang pantas ditinggalkan. Orang yang tak pantas untukmu. Saat kau sudah bahagia dan aku masih berdarah darah, apa kau peduli? Tidak. Bahkan kau posisikan aku sebagai orang asing yang tak pernah kau kenal. Dan kini saat aku tidak bisa menerimamu lagi kau menatapku seakan aku melakuakan kesalahan besar. Tuan, tolong jelaskan dimana letak kesalahanku? Kau hanya tak ingin merasakan penyesalan, kau sulit menerima keadaan. Kau tetap sama, lelaki egoisku.
           
Seharusnya dulu kau pikir matang-matang, apa ada orang lain yang lebih baik dariku? Apa memang aku pantas kau buang? Apa orang baru itu juga akan  membuatmu bangga memilikinya?  Sudahlah, itu sudah cerita lalu. Kini aku sudah berada pada hidup baru, dan bila boleh kuminta kau jangan menggagu. Dan kupastikan, ku tak akan meniru sikapmu. Menyia-nyiakan seseorang berharga yang begitu dalam mencintaiku, demi seseorang yang sekedar memikatku sesaat.
Ada yang tak kalah menyedihkan. Lagi,  aku harus memulai dari awal


Amelia P S

1 komentar:

Pena Hitam mengatakan...

Mau Gabung Blogku ???