Tiada Lagi Pulang Setelah Tualang
Seharunya kau tak datang, kau tak harus
pulang saat semuanya mulai redam. Saat ingatan itu mulai pudar. Sebab kau tak
tau betepa sulitnya hingga tiba pada titik ini. Berminggu-minggu aku habiskan
untuk mendengarkan lagu galau. Dan terkadang mendengarkan “ lagu kita “ yang sebenarnya
hanya menambah lekat bayangmu. Tatapku saat itu sungguh kosong. Dan saat itu
aku sadar mendengarkan lagu sedih hanya akan membuat seseorang semakin
tenggelam dalam kepiluan. Mau tak mau, meski perlahan aku harus tetap hidup. Sakit
itu mulai pudar, hingga saat ku dengar namamu semua tak seperih dulu.
Saat semua sudah kembali, kau datang.
Pulang. Awalnya hanya basa-basi, dan perlahan kau bawa bayang kenangan. Kau
ungkit kebahagiaan yang pernah kita lewati bersama dulu. Bagaimanapun aku hanya
perempuan biasa, yang akhirnya terbawa suasana. Namun otaku masih waras kala
itu. Aku tak ingin mengulang kesalahan kedua kali, karena aku takut akan
trauma. Untuk apa bersama seseorang yang pernah tak bersedia. Bukankah dulu
juga kuberikan segala yang terbaik yang ku bisa? Namun kau buang sia-sia.
Bukankah jika tak kubiarkan kamu kembali itu hak ku? Iya, seperti kamu dulu,
yang menganggap meninggalkanku adalah hak mu waktu itu.
Dan sekarang biarkan aku yang memintamu
pergi, kembalilah pada keyakinanmu dulu, bahwa aku hanya wanita yang pantas
ditinggalkan. Orang yang tak pantas untukmu. Saat kau sudah bahagia dan aku
masih berdarah darah, apa kau peduli? Tidak. Bahkan kau posisikan aku sebagai
orang asing yang tak pernah kau kenal. Dan kini saat aku tidak bisa menerimamu
lagi kau menatapku seakan aku melakuakan kesalahan besar. Tuan, tolong jelaskan
dimana letak kesalahanku? Kau hanya tak ingin merasakan penyesalan, kau sulit
menerima keadaan. Kau tetap sama, lelaki egoisku.
Seharusnya dulu kau pikir matang-matang, apa
ada orang lain yang lebih baik dariku? Apa memang aku pantas kau buang? Apa orang
baru itu juga akan membuatmu bangga
memilikinya? Sudahlah, itu sudah cerita
lalu. Kini aku sudah berada pada hidup baru, dan bila boleh kuminta kau jangan
menggagu. Dan kupastikan, ku tak akan meniru sikapmu. Menyia-nyiakan seseorang
berharga yang begitu dalam mencintaiku, demi seseorang yang sekedar memikatku
sesaat.
Ada
yang tak kalah menyedihkan. Lagi, aku
harus memulai dari awal
Amelia P S
1 komentar:
Mau Gabung Blogku ???
Posting Komentar