19 Agu 2015

Setidaknya Aku Telah Mengaku

Setidaknya Aku Sudah Mengaku

          Kevin dan Riani adalah sepasang sahabat yang sungguh dekat, saking dekatnya, kemanapun Kevin pergi disana pasti juga ada Riani. Persahabatan yang mereka jalin sungguh menyenangkan.begitu banyak tawa yang mereka umbar. Hingga suatu ketika sikap Kevin sedikit berubah. Ia tak seceria biasanya, ia sering uring-uringan sendiri. dan ternyata Kevin sedang jatuh cinta pada seseorang. Namun entah mengapa kali ini Kevin benar-benar menyimpan rapat-rapat masalahnya tersebut. Dan itu semakin membuat Riani heran padanya. Hingga suatu pagi Riani mendesak Kevin tuk mengaku.

“ Vin kamu kenapa sih? Ayo dong cerita, aku kan juga selalu cerita ke kamu” Riani merayu

“ Kau tak perlu tahu kali ini.Mungkin wanita itu akan segera bahagia bersama orang barunya” Jawab Kevin datar“ 

"Yasudah, sekarang kamu gitu ya” Riani merajuk

“ Aku takut menceritakanya padamu,aku sungguh khawatir” Muka Kevin berubah cemas

Riani  menonjok bahu Kevin pelan,  “Hey kamu ini kenapa, ayo katakan saja siapa perempuan itu!”

Kevin tak balik menatap riani “ Tapi kali ini aku benar-benar tak bisa menceritakanya “ Kevin tampak gelisah saat itu

“ Yasudah jika kau belum ingin menceritakanya padaku, aku masuk kelas dulu ya!” Riani mulai beranjak ke kelas, namun tiba-tiba tangan Kevin meraih tangannya. 

“ Riani tunggu, duduklah kembali ” Tatapan mata Riani seketika seakan bertanya-tanya pada Kevin. Kevin lalu tertunduk 

“ Kau ingin tahu siapa wanita yang benar-benar membuatku jatuh? Dan mungkin kau memang berhak tau”

“ Siapa Vin? jangan buat penasaran deh”Tiba-tiba Kevin menatap mata Riani begitu dalam, sangat serius. Beberapa detik mereka hanya perpandangan tanpa kata.

“ Wanita itu, wanita yang telah lama menjadi sahabatku. Wanita itu kini sedang duduk didepanku. Dan mata yang selama ini begitu aku kagumi, mata itu kini sedang ku pandang begitu dalam. Maaf Riani, maaf jika aku mencintaimu. Maafkan aku sekali lagi, asal kau tau aku tak pernah memilih untuk mencintai seseorang, terlebih mencintai sahabatku sendiri.” Kevin lalu tertunduk, sepertinya bola matanya berkaca-kaca. Mendengar pengakuan itu jantung Riani seakan berhenti, udara seakan tiba-tiba hilang. Riani hanya bisa terdiam.

“Aku sungguh takut setelah ku akui ini semua, kau akan berubah. Aku takut kau akan menjauhiku karena kau tau aku berharap padamu, aku takut tak bisa menghabiskan waktuku bersamamu lagi. Tepatnya aku takut akan  kita yang akan berubah. maaf riani, cepat atau lambat aku memang harus mengakuinya” lanjut kevin tetap tertunduk

“ Kevin lihat aku, tatap mataku yang begitu kau sukai ini. Dengar! Aku begitu nyaman saat bersamamu, bahkan lebih nyaman daripada bersama kekasihku, tapi maaf , aku dan mungkin juga kamu pasti tak ingin merusak hubungan yang sungguh menyenangkan ini bukan? Hanya karena cinta. Aku paham atas ketakutanmu, dan sekarang aku yakin kau pasti juga sudah tahu tentang jawabanku. “ Riani tersenyum manis, dan beranjak meninggalkan Kevin sendiri.

0 komentar: