Setidaknya Aku Sudah Mengaku
Kevin dan Riani adalah sepasang sahabat yang
sungguh dekat, saking dekatnya, kemanapun Kevin pergi disana pasti juga ada
Riani. Persahabatan yang mereka jalin sungguh menyenangkan.begitu banyak tawa
yang mereka umbar. Hingga suatu ketika sikap Kevin sedikit berubah. Ia tak
seceria biasanya, ia sering uring-uringan sendiri. dan ternyata Kevin sedang
jatuh cinta pada seseorang. Namun entah mengapa kali ini Kevin benar-benar
menyimpan rapat-rapat masalahnya tersebut. Dan itu semakin membuat Riani heran
padanya. Hingga suatu pagi Riani mendesak Kevin tuk mengaku.
“ Vin kamu kenapa
sih? Ayo dong cerita, aku kan juga selalu cerita ke kamu” Riani merayu
“ Kau tak
perlu tahu kali ini.Mungkin wanita itu akan segera bahagia bersama orang
barunya” Jawab Kevin datar“
"Yasudah, sekarang kamu gitu ya” Riani merajuk
“ Aku
takut menceritakanya padamu,aku sungguh khawatir” Muka Kevin berubah
cemas
Riani menonjok bahu Kevin pelan, “Hey kamu ini kenapa, ayo
katakan saja siapa perempuan itu!”
Kevin tak balik menatap riani “ Tapi kali
ini aku benar-benar tak bisa menceritakanya “ Kevin tampak gelisah saat itu
“
Yasudah jika kau belum ingin menceritakanya padaku, aku masuk kelas dulu ya!”
Riani mulai beranjak ke kelas, namun tiba-tiba tangan Kevin meraih tangannya.
“
Riani tunggu, duduklah kembali ” Tatapan mata Riani seketika seakan
bertanya-tanya pada Kevin. Kevin lalu tertunduk
“ Kau ingin tahu siapa wanita
yang benar-benar membuatku jatuh? Dan mungkin kau memang berhak tau”
“ Siapa
Vin? jangan buat penasaran deh”Tiba-tiba Kevin menatap mata Riani begitu dalam,
sangat serius. Beberapa detik mereka hanya perpandangan tanpa kata.
“ Wanita
itu, wanita yang telah lama menjadi sahabatku. Wanita itu kini sedang duduk
didepanku. Dan mata yang selama ini begitu aku kagumi, mata itu kini sedang ku
pandang begitu dalam. Maaf Riani, maaf jika aku mencintaimu. Maafkan aku sekali
lagi, asal kau tau aku tak pernah memilih untuk mencintai seseorang, terlebih
mencintai sahabatku sendiri.” Kevin lalu tertunduk, sepertinya bola matanya
berkaca-kaca. Mendengar pengakuan itu jantung Riani seakan berhenti, udara
seakan tiba-tiba hilang. Riani hanya bisa terdiam.
“Aku sungguh takut setelah ku
akui ini semua, kau akan berubah. Aku takut kau akan menjauhiku karena kau tau
aku berharap padamu, aku takut tak bisa menghabiskan waktuku bersamamu lagi.
Tepatnya aku takut akan kita yang akan berubah. maaf riani, cepat atau
lambat aku memang harus mengakuinya” lanjut kevin tetap tertunduk
“ Kevin lihat
aku, tatap mataku yang begitu kau sukai ini. Dengar! Aku begitu nyaman saat
bersamamu, bahkan lebih nyaman daripada bersama kekasihku, tapi maaf , aku dan
mungkin juga kamu pasti tak ingin merusak hubungan yang sungguh menyenangkan
ini bukan? Hanya karena cinta. Aku paham atas ketakutanmu, dan sekarang
aku yakin kau pasti juga sudah tahu tentang jawabanku. “ Riani tersenyum manis,
dan beranjak meninggalkan Kevin sendiri.
0 komentar:
Posting Komentar