Jika Aku Memang Tidak
Benar-Benar Kau Inginkan.
Kepada kamu yang mengajaku
tenggelam pada sebuah perasaan. Jangan hadirkan nyaman jika memang akhirnya
kamu berubah sedingin angin malam. Kau mengajaku berlari begitu jauh dan
tiba-tiba meninggalkanku ditengah jalan, hingga aku sadar mungkin aku hanyalah
pelampiasan. Jika memang ia saja yang kau inginkan, mengapa kau juga beri aku
harapan?.
Kamu sendiri yang menyebar
benih cinta itu, kau sirami dengan sabar, kau pupuk dengan kasih sayang hingga
tiba cinta itu tumbuh subur . dengan tega kau injak-injak hingga hancur lebur.
Kau ucap tak ingin kehilangan, namun akhirnya kamu sendiri yang membuang. Jawab,tolong
jawab apa maumu?. Kamu tahu akupun juga punya hati, aku pun juga ingin kau
hargai. Bukan seseorang yang seenaknya kau jadikan pengisi di waktu kosongmu.
Kau jadikan pelampiasanmu.
Terkadang aku juga ingin
merasakan menjadi kamu, seseorang yang tak berperasaan, yang mematahkan harapan
saat aku mulai memperjuangkan. Menjadi yang di harapkan dan akhirnya mengecewakan,
orang yang berjanji namun ternyata ia ingkari. Pergi seenaknya tanpa merasa
bersalah akan sakitku ini.
Sudahlah , ini bukan
salahmu. Ini adalah salahku yang terlalu mudah menerima uluran tanganmu saat
itu, yang terlalu mempercayaimu. Percaya bahwa kau akan terus menggenggamku,
percaya bahwa semua akan berakhir bahagia, namun aku lupa bahwa perasaan bisa
berubah tiba-tiba. Dan aku tak sempat mempersiapkan diri untuk hal itu. aku
kini hanya seseorang yang masih belum bisa melepaskan sesuatu yang seharsnya
aku iklhaskan, Untukmu lagi jika memang
pada akhirnya kau tak bisa hadirkan bahagia, mengapa kau beri aku luka?
21 agustus 2015
Amelia P S

0 komentar:
Posting Komentar